Rabu10TPRanCob Laporan Praktikum Rancangan Petak Terbagi (RPT)
Cover
Data
Video Analisis
Output (PDF)
HTMLRekap Praktikum: Analisis Rancangan Petak Terbagi (RPT) di SPSS 16
Berikut adalah ringkasan langkah-langkah untuk melakukan analisis Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) menggunakan SPSS 16, seperti yang telah kita bahas dalam praktikum.
1. Konsep Dasar RPT
Kita menggunakan RPT ketika kita memiliki dua faktor perlakuan, namun salah satu faktor sulit atau tidak praktis untuk diacak pada unit percobaan yang kecil. Oleh karena itu, kita memiliki dua ukuran petak:
- Petak Utama (Main Plot): Untuk Faktor A, yang sulit diacak (misal: pengolahan tanah, metode irigasi).
- Anak Petak (Sub Plot): Untuk Faktor B, yang mudah diacak (misal: varietas, dosis pupuk).
Konsekuensi utamanya adalah RPT memiliki DUA Galat (Error):
- Galat (a): Untuk menguji Petak Utama.
- Galat (b): Untuk menguji Anak Petak dan Interaksinya.
2. Studi Kasus
- Blok (Ulangan): 4 Blok
- Faktor A (Petak Utama): 3 Metode Irigasi (A1, A2, A3)
- Faktor B (Anak Petak): 2 Jenis Mulsa (B1, B2)
- Respon (Y): Efisiensi Penggunaan Air (%)
3. Langkah 1: Pengaturan (Variable View) di SPSS
Buka Variable View dan atur 4 variabel seperti tabel di bawah ini. Pastikan kolom "Measure" diatur dengan benar.
| Name | Type | Label | Values | Measure |
|---|---|---|---|---|
BLOK |
Numeric | Ulangan/Blok | { } None | Nominal |
IRIGASI |
Numeric | Faktor A: Metode Irigasi | { 1="A1", 2="A2", 3="A3" } | Nominal |
MULSA |
Numeric | Faktor B: Jenis Mulsa | { 1="B1", 2="B2" } | Nominal |
EFISIENSI |
Numeric | Respon: Efisiensi Air (%) | { } None | Scale |
4. Langkah 2: Input Data (Data View) di SPSS
Buka Data View dan masukkan semua 24 baris data dalam format "panjang" (long format), di mana setiap baris adalah satu anak petak.
| BLOK | IRIGASI | MULSA | EFISIENSI |
|---|---|---|---|
| 1 | 1 | 1 | 65 |
| 1 | 1 | 2 | 68 |
| 1 | 2 | 1 | 70 |
| 1 | 2 | 2 | 72 |
| 1 | 3 | 1 | 60 |
| 1 | 3 | 2 | 63 |
| 2 | 1 | 1 | 66 |
| 2 | 1 | 2 | 69 |
| 2 | 2 | 1 | 71 |
| 2 | 2 | 2 | 73 |
| 2 | 3 | 1 | 61 |
| 2 | 3 | 2 | 64 |
| 3 | 1 | 1 | 68 |
| 3 | 1 | 2 | 70 |
| 3 | 2 | 1 | 72 |
| 3 | 2 | 2 | 75 |
| 3 | 3 | 1 | 63 |
| 3 | 3 | 2 | 66 |
| 4 | 1 | 1 | 67 |
| 4 | 1 | 2 | 71 |
| 4 | 2 | 1 | 73 |
| 4 | 2 | 2 | 76 |
| 4 | 3 | 1 | 62 |
| 4 | 3 | 2 | 65 |
5. Langkah 3: Prosedur Analisis (Mixed Models)
Ini adalah bagian terpenting. Kita menggunakan Mixed Models untuk mendefinisikan dua galat secara terpisah.
- Klik Menu:
Analyze>Mixed Models>Linear... - Jendela "Specify Subjects and Repeated" akan muncul. Biarkan saja kosong (atau masukkan
BLOKke 'Subjects'). KlikContinue. - Jendela utama "Linear Mixed Models" muncul:
- Masukkan
EFISIENSIke kotak Dependent Variable. - Masukkan
BLOK,IRIGASI, danMULSAke kotak Factors.
- Masukkan
- Mengatur Efek Tetap (Fixed Effects):
- Klik tombol
Fixed... - Pilih/centang opsi
Custom. - Pindahkan faktor berikut ke kotak "Model":
IRIGASI(Faktor A)MULSA(Faktor B)IRIGASI * MULSA(Interaksi A*B)
- Klik
Continue.
- Klik tombol
- Mengatur Efek Acak (Random Effects) - INI KUNCINYA!
- Klik tombol
Random... - Pilih/centang opsi
Custom. - Pindahkan faktor berikut ke kotak "Model":
BLOK(Efek Ulangan)BLOK * IRIGASI(Ini adalah Galat (a) untuk RPT)
- Klik
Continue.
- Klik tombol
- (Opsional) Uji Lanjut (EM Means):
- Klik tombol
EM Means... - Pindahkan
IRIGASI * MULSAke kotak "Display Means for". - Centang
Compare main effectsdan pilih uji lanjut (misal:LSD). - Klik
Continue.
- Klik tombol
- Klik
OKuntuk menjalankan analisis.
6. Langkah 4: Interpretasi Output
Fokus utama Anda adalah pada tabel "Type III Tests of Fixed Effects".
Ciri Khas Analisis RPT yang Berhasil:
Perhatikan kolom "Denominator df" (df Penyebut/Galat). Anda akan melihat ada DUA angka df yang berbeda. Ini membuktikan SPSS telah menggunakan dua galat yang berbeda.
| Source | Numerator df | Denominator df | F | Sig. |
|---|---|---|---|---|
| Intercept | 1 | ... | ... | ... |
| IRIGASI (A) | 2 | 6 | F_A | p_A |
| MULSA (B) | 1 | 9 | F_B | p_B |
| IRIGASI * MULSA | 2 | 9 | F_AB | p_AB |
Cara Membaca:
- Lihat Interaksi (
IRIGASI * MULSA) Dahulu: Jika "Sig." < 0.05, berarti ada interaksi nyata. Analisis harus fokus pada efek interaksi (lihat output EM Means). - Jika Interaksi Tidak Nyata (Sig. > 0.05): Anda boleh melihat pengaruh utama.
IRIGASI: Diuji menggunakan Galat (a), dengan df penyebut = 6.MULSA: Diuji menggunakan Galat (b), dengan df penyebut = 9.
Peringatan Penting
Jangan menganalisis RPT menggunakan GLM > Univariate. Prosedur tersebut akan menganggapnya sebagai RAK Faktorial biasa dan hanya menggunakan SATU galat (Galat b). Ini akan menyebabkan F-test untuk Petak Utama (IRIGASI) menjadi salah.
Comments
Post a Comment